Jumat, 06 Maret 2009
WWF dan Taman Nasional ujung Kulon Rekam Sembilan Badak
"Sejak tambahan kamera mulai dioperasikan Januari lalu, kami telah merekam sembilan badak, termasuk induk dan anak, sehingga sangat membantu penelitian satwa yang sedang diambang kepunahan ini," kata Project Leader program konservasi badak WWF-Indonesia di Taman Nasional Ujung Kulon Adhi Rachmat Hariyadi melalui siaran persnya di Jakarta.
WWF-Indonesia dan Balai TNUK sejak akhir Desember 2008 lalu telah menyelesaikan pemasangan 34 unit kamera jebak (trapping camera) di 34 blok di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon.
Dengan demikian hampir semua tempat-tempat yang menjadi lintasan satwa langka bercula satu tersebut dapat dimonitor dan rahasia hidup mamalia besar ini dapat dipelajari secara teliti 24 jam sehari.
Pemasangan kamera ini diharapkan akan semakin mengembangkan pengetahuan ilmiah tentang satwa yang terancam punah dan hanya tersisa kurang dari 60 individu di Indonesia dan Vietnam tersebut.
Badak Jawa adalah badak yang paling langka dari lima jenis badak yang ada di dunia. Jumlah populasinya diperkirakan sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon. WWF telah mengidentifikasi sekitar 37 badak di Ujung Kulon menggunakan kamera jebak.
WWF-Indonesia dan TN Ujung Kulon pertama kali memasang 4 unit kamera pada 2007 kemudian menambah 30 unit video kamera baru pada Desember 2008 lalu.
Badak jawa adalah satwa yang dikenal bersifat pemalu dan soliter sehingga teknologi video jebak diharapkan dapat membantu mengenal lebih jauh satwa yang beratnya bisa mencapai lebih dari 2 ton ini.
Misalnya saja dalam klip video yang didapatkan baru-baru ini terlihat seekor badak jantan berbagi wilayah dengan badak betina dan anaknya pada satu lokasi kubangan, dimana hal tersebut merupakan suatu kondisi yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Sementara itu, dalam rekaman video lainnya terlihat seekor badak mengambil alih kubangan lumpur babi hutan lalu mengejarnya. Itu merupakan video pertama yang merekam perilaku agresi badak terhadap satwa lain.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Agus Priambudi mengatakan hasil rekaman video tersebut merupakan alat yang penting dan menjadi menjadi bukti ilmiah dalam upaya menyelamatkan spesies badak Jawa dari kepunahan.
"Dengan mengenal lebih jauh satwa ini melalui video, diharapkan dapat tumbuh rasa bangga masyarakat, juga pada Pemerintah daerah dan Pusat sehingga pada akhirnya meningkatkan dukungan mereka terhadap konservasi satwa ini," kata Agus.
Dari dua populasi badak Jawa yang tersisa di dunia, populasi badak jawa di TN Ujung Kulon, Indonesia memiliki peluang bertahan hidup yang lebih baik, terbukti hanya populasi tersebut yang menunjukkan perkembangbiakan.
Meskipun demikian, populasi yang sehat harus memiliki catatan kelahiran beberapa individu baru setiap tahunnya.
"Kami merasa khawatir karena sangat sedikit tanda-tanda adanya anak badak yang baru lahir beberapa tahun kebelakang ini dan populasi badak jawa di Ujung Kulon mungkin bergantung pada dua atau tiga betina saja," kata Adhi
Sementara itu, belum pernah terbukti adanya tanda-tanda perkembangbiakan badak Jawa di Taman Nasional Cat Tien di Vietnam.
Sejumlah ahli badak dunia berkumpul di Bogor pada 2-3 Maret lalu atas prakarsa IUCN Asian Rhino Specialist Group (AsRGS) untuk membahas rencana dan perkembangan kemajuan konservasi badak Indonesia.
Direktur Eksekutif International Rhino Foundation (IRF), Dr Susie Ellis mengatakan berlanjutnya perlindungan badak Jawa di Ujung Kulon sangat penting.
Susie mengatakan pengkonservasi Badak Jawa harus membuat rencana konservasi di masa depan, dan langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi lokasi yang cocok dan aman dimana rumah kedua bagi badak Jawa dapat ditetapkan.
"Badak jawa yang seluruh populasinya berada di satu tempat sangat rentan dan beresiko terancam bahaya yang tiba-tiba muncul seperti penyakit, letusan gunung berapi dan ancaman bahaya lainnya" kata Susie.
Untuk melindungi populasi badak Jawa dari kepunahan, Pemerintah Indonesia meluncurkan strategi konservasi badak tahun 2007 lalu atau yang dikenal dengan nama Proyek Abad Badak, bekerja sama dengan WWF, IRF, Asian Rhino Project, Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan US Fish & Wildlife Service.
Proyek Abad Badak bertujuan untuk mengembangkan rumah kedua bagi badak Jawa melalui translokasi beberapa individu dari Ujung Kulon ke daerah yang sesuai. (Ant/OL-01)
sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2009/03/03/63890/89/14/WWF_dan_Taman_Nasional_ujung_Kulon_Rekam_Sembilan_Badak
badak adalah hwan yanng sangat pemalu, begitu dikatakan dalam sebuah berita. sangat jarang orang bisa melihat badak beraktifitas dengan mata telanjang kalau tidak badak itu sedang mati, alias sensor di kulitnya tidak mendeteksi lagi adanya musuh atau serangan.
entah kenapa baru-baru ini bermunculan berita yang membuat kita miris dengan nasib hewan yang di lindungi di Indonesia. semoga kita yang saat ini begitu prihatin dengan keadaan hewan-hewan itu tidak berbalik menjadi pengecut dengan melakukan tindak kejahatan itu. manguliti harimau, memburu gajah untuk diambil taringnya, membunuh hewan yang tidak berdosa,,,,,
begitu banyak kerugian yang ditimbulkan oleh umat manusia sekarang ini....
ingat ya, kita bukan bar-bar atau kanibal. kita MANUSIA, punya hati dan otak untuk berpikir.
lakukan hal yang seharusnya dilakukan //////.....,,,'''
Senin, 16 Februari 2009
KOMPETISI YANG FAIR
Kebanyakan manusia berpikir, dan itu yang kupikirkan sekarang adalah target hidup dari seseorang atau target dari perjalanan singkat manusia. Dan ini kulihat dari kompetisi yang sedang menghebohkan di asramaku. Kompetisi kebersihan lorong yang menitikberatkan pada kebersihan pada jangka waktu penilaian yang sebenarnya bisa di mark up dengan mudah. Penilaian yang hanya 3 hari dan diumumkan kepada khalayak asrama. Bukan sebuah langkah yang bagus untuk mengetahui kadar kebersihan sesuatu. Terlepas dari pas atau tidak, kompetisi ini mendapatkan respon yang kuat dan lumayan heboh untuk tingkat penyelenggara_ SAHABAT ASRAMA_yang ini diperuntukkan untuk golongan ”tertentu” karena ada sedikit penitikberatan pada penilaian mushola.
Malam sebelum hari H datang, rapat koordinasi kecil-kecilan diselenggarakan oleh orang-orang yang mau bergerak. Atau kalau berita itu baru saja sampai tengah malam berarti orang yang hanya pada jam-jam tersebut masih melek. Rapat menyusun pembagian tugas dan rencana mempermak mushola dengan sebagus-bagusnya (mushola mendapat penilaian 40 %). Selanjutnya pada pagi hari yang ceria di Minggu yang malas merubah suasana malas seperti biasanya menjadi lebih semarak. Bersih-bersih kamar lebih awal, menyapu lorong, mengepel, membuat pernak-pernik, menata sepatu yang biasanya hanya dilempar setelah pakai, dan kebiasaan ”bagus” hasil rayuan ”kompetisi” menyeruak menghiasi Minggu yang cerah. Mereka yang biasanya menonton pun akhirnya turun tangan karena itu menyangkut harkat dan derajat lorong trsebut. Mana mau orang membiarkan saja harga dirinya terinjak-injak? Sekalipun kalah pun tetap saja ada sebuah usaha untuk melakukan defend yang bagus. Seperti itulah trend di asramaku pagi ini. Setidak-tidaknya mereka yang tidak ikut bantu-bantu memegang sapu akan membantu dengan ikut menjaga lorong yang sudah cling, menata sandal saat masuk kamar, dan itu cukup lah untuk menopang suksesi ”kebersihan” yang didambakan. Lalu tiba-tiba muncul pertanyaan, ”nanti yang menang akan dikasih hadiah apa?”. Ada panitia yang menyeletuk kalau untuk kompetisi kebersihan ini tidak akan mendapatkan hadiah apapun dan mengeluh lah mereka dengan ”ah, sudah capek-capek bersihin kok gak dapat hadiah sih, rugi dong....”. Padahal dari segi substansi kompetisi ini, yang paling diuntungkan tetap saja penghuni lorong yang menempati lorong itu, mereka yang hidup, mereka yang mengotori, dan mereka yan menikmati hasil yang didapat dari lomba kebersihan, hadiah bukanlah hal yang penting lagi sekarang. Panitia tidak akan diuntungkan dengan hal ini. Malah kalau dilihat-lihat panitia akan rugi. Rugi rapat persiapan, rugi pulsa buat jarkom, rugi waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar, dan tentunya rugi tenaga yang mereka keluarkan untuk menilai dari lorong ke lorong.
Sekarang mulai dari pemikiran sederhana tentang kehidupan yang dikembalikan seperti kompetisi kebersihan lorong dan sebuah perjalanan dari Jakarta menuju Depok. Seperti itulah hidup yang dimiliki oleh manusia untuk memperjuangkan hak-haknya. Lau sekarang apakah tujuan hidup manusia? Barangkali ada seribu jawaban yangberlainan, dan bahkan lebih karena setiap orang akan memiliki jawaban idealnya masing-masing. Tetapi bisa diambil gambaran secara keseluruhan dan umum bahwa tujuan hidup paling utama yang diinginkan manusia adalah untuk menciptakan kebahagiaan? Kebahagiaan yang ditimbulkan dari rasa nyaman menjalani segala aktifitas yang harus dilalui olehnya. Bukan berarti yang tidak nyaman harus ditinggalkan dan ditelentarkan, hanya saja pertahanan manusia terhadap proses kehidupan berbeda tiap individu dan itulah yang menjadikan mereka berbeda, ditinjau dari kualitas pribadi yang akan mereka miliki di masa depan. Lantas bagaimana dengan orang yang tidak memiliki kebahagiaan? Perlu kita kritisi lebih lanjut tentang pendapat ini. Kita tahu bahwa setiap orangme miliki batasan kebahagiaan yang berbeda, tergantung dari apa yang menjadi latar belakang hidupnya selama ini. Bagaimana penghargaan tertinggi yang manusia miliki untuk kehidupan akan membuatnya memiliki kadar kebahagiaan yang lebih mendetil.
Membingungkan mungkin, tetapi inilah gambaran yang senyatanya terjadi dalam kehidupan manusia. Komparatif kan antara orang yang biasa memilki uang lima juta dan lima puluh juta. Ketika kedua orang tersebut memiliki uang tujuh juta, maka bisa dipastikan bahwa orang yang biasa mendapat lima juta akan merasa bahwa itu merupakan anugerah yang tak terlupakan. Berbanding terbalik dengan orang yang biasa mendapatkan uang lima puluh juta, mereka akan menganggap uang tujuh juta itu merupakan uang yang sedikit dan tidak memiliki harga sama sekali. Penilaian ini pun adalah penilaian yang materialis dan dari segi akal manusiawi saja. Lain halnya apabila dua orang ini memiliki dua pribadi yang berbeda. Yang satu serakah padahal dia tidak terlalu kaya, dan yang satu sangat merasa cukup dengan apa yang didapatnya, istilahnya senantiasa bersyukur atas nikmat yang sudah didapat entah besar atau kecil. Maka penyikapan terhadap masalah kejadian di hidup ini lah yang menentukan sukses kehihidupan manusia menjadi lebih seimbang. Seimbang disini akan dinilai oleh dirinya sendiri, yang mampu dirasakan dari ketenangan yang dia dapatkan dalam setiap langkah kehidupan yang dia jalani. Dalam sukses, dalam gagal, dan dalam pencariannya menuju tujuan hidup : BAHAGIA. Nah sekarang, sudahkan anda merasa bahagia?
Rabu, 11 Februari 2009
liburan Q di Pare
PARE kota Inggris
Halu-halu semuanya teman-teman yang kucintai dan kusayangi.....
Eny menghabiskan liburan semester ini untuk belajar bahasa Inggris di Pare lho, PARE>>>the English village. Keren
Aneh kah mendengarnya? Tak lah, karena memang terbukti di Pare ada sebuah komunitas baru untuk berlatih Bahasa Inggris secara aktif, tidak seperti di sekoah-sekolah pada umumnya. Unik sekali kehidupan disana, jangan bayangkan kehidupan yang esklusif dan kursusan bahasa Inggris yang lux, sebab bagaimanapun kursus yang ada disana adalah kursus rumahan yang berdiri secara sporadis dan bergerombol dalam satu wilayah. Sekalipun berada di kampung dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana, lulusannya jago-jao lho, dan memang hanya orang dengan niat kuat banget yang bisa bertahan disana dan bisa menyelesaikan masa pendidikan tepat waktu. Yang belajar disana juga tidak nanggung-nanggung banyaknya, apalagi kalau musim tanggal open rekruitmen, yaitu setiap tanggal 25 dan 10 tiap bulannya. Wiiiiiiiiiiihhh, bejibun pendatang baru memadati perkampungan itu, makanya tidak mengherankan bila tiap tahun jumlah camp (tempat kos-kosan) selalu bertambah karena pendatang baru juga selalu bertambah tiap bulannya. Ada lagi yang bikin kamu-kamu semua terkejut, jangan mengira kalau hanya anak-anak kampung dan daeah sekitar Pare saja yang belajar bahasa inggris disana, tapi anak-anak Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia juga ikutan join disana lho, dari luar daerah juga gak ketinggalan. Lampung, Madura, Semarang, Jakarta, Jogja, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat dan antah berantah daerah lainnya yang Eny gak tahu.
Tempat itu bernama lengkap Desa Tulungrejo, kecamatan Pare, kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejarah kenapa Desa ini begitu terkenal adalah berasal dari tempat kursus bahasa inggris yang paling wahid disana. Apakah namanya? BEC. BEC berdiri sudah sejak lama (ini alas an klise bagi anak yang kurang tahu sejarah), kata penduduknya yang sempat Eny tanyain, mereka juga gak tahu kapan BEC berdiri, sebab ketika Bapak itu pindah ke Desa Tulungrejo, BEC udah berdiri kokoh di atas tanahnya. BEC (Basic English Course) juga bukan sebuah course yang lux dan berdiri begitu saja. Pada awalnya BEC dulu dirints oleh seorang penduduk pendatang (katanya sumbernya begitu) yang bernama Pak Kallen. Jangan salah ya, sekalipun namanya kayak nama orang Inggris begitu, tetapi dia orang Jawa tulen lho. Mulai berdiri ngenes banget, karena berlokasi di teras masjid, selanjutnya di rumah-rumah, dan begitulah perjuagan Pak Kallen yang terus menerus dan pantang menyerah hingga mengantarkannya menjadi BEC yang begitu terkenal dan diakui lulusannya memang TOP BGT untuk beringgris-inggris ria. Ada lagi yang mencengangkan nih. Pada awalnya Eny gak tahu hal ini sama sekali, sampai ada yang menceritakan kalau untuk menjadi siswa BEC itu perlu tekat yang kuat lho. Kenapa begitu?
Ø Setiap periode penerimaan siswa, BEC hanya menerima 200 siswa cowok dan 200 siswa cewek, sedangkan yang mendaftar bias sampe 1000 an orang. Keren gakt tuh?
Ø Peraturan dan tata tertib di BEC ketat banget. Batas maksimal bolos juga ada lho. Kalau lewat batas itu, silahkan cabut dari BEC.
Ø DISIPLIN. Banyak yang putus belajar di BEC gara-gara gak kuat sama jadwal yang padat dan peraturan yang mengikat.
Eitsssss….tunggu dulu, jangan menyerah samapi segini dong…
BEC adalah kursusan yang paling terkenal disitu, tetapi dengan adanya BEC juga mendatangkakn rizki bagi manusia-manusia lain yang ingin mendapat rizqi melalui pendidikan bahasa Inggris di Desa Tulungrejo. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa cikal bakal Desa Tulungrejo dijuluki sebagai English Village adalah karena BEC yang berdiri pertama kali disana.
Ada banyak kursusan Bahasa Inggris dengan periode singkat di Desa itu. Kalo BEC menawarkan kursusan selama 6 bulan, kursusan kecil disekitar BEC banyak yang menawarkan program singkat selama 1-2 bulan. Jangan berpicing mata ya sekalipun kursusan kecil itu hanya memiliki sarana dan prasarana seadanya. Mutunya gak kalah lho sama kursusan mahal selevel EF, El Rahma, LBI, dan lain sebagainya.
Berikut nama-nama kursusan yang Eny ketahui, kalau teman-teman membutuhkan informasi tentang English Village, Pare tercinta.
1. The Awareness
Kursusan ini hanya memberikan pelayanan Pronunciation, Listening, dan Speaking Program. Biaya tiap programnya adalah Rp 80.000. Cukup murah kan? Tetapi bagi kamu-kamu semua yang ingin join di campnya sekalian, cukup bayar Rp. 120.000 tiap bulan dan untuk course nya juga akan mendapat potongan. Cukup bayar Rp 50.000 tiap program kalau kamu join di campnya the Awareness.
2. Marvellous
Nah kalau marvel ini, cukup bayar Rp. 250.000 tiap bulan. Programnya udah satu paket sama camp, tapi kalau teman-temen cuma mau ambil programnya doang tanpa mau ambil campnya juga boleh kok. Cuma kalau satu paket memang jauh lebih murah kenanya. Program di Marvel meliputi Pronunciation, grammer, dan Speaking.
3. Daffodils
Daffo juga berspesifikasi di speaking pogram. Kalau teman-teman mau nyerocos Inggrisnya memang lebih baik ambil kelas speaking. Grammer lewat aja deh. Ntar aja dikuasai sambil jalan.
4. Kresna, Elfast, Smart
Ini tempat yang pas bagi mereka yang mau jadi master Grammer. Top Cer banget bagi kalian yang mau semakin berpasif di bahasa Inggris. Karena menurut Eny, dengan Grammer membuat kita terpaku pada patokan dan aturan. Gak ada semangan buat ngomong. Tapi up to you teman-teman..Toh TOEFL juga penting sekali kan?
5. Mahesa Institute
Gak jauh beda dengan BEC, formal, tetapi rentang waktu studinya jauh lebih singkat.
6. Harvard
Programnya standar seperti course lain. Cuma tempatnya agak jauh. Sedikit misah sama kompeks kursusan di sana.
Sebenarnya masih banyak lho kursusan disana, cuma sebatas itu aja yang Eny tahu. Kalau Eny dulu ambil di The Awareness. Keren banget deh disana. Apalagi kalau join di camp nya. Wuiiiiiiiiihhh… bakal fluent bahasa Inggris aktif tuh. Pada saat Eny join, camp ceweknya belum ada, tetapi saat Eny mau cabut Mr. Faruq sudah membuka program baru. Semuanya yang disana mengawali dari nol. Gak ada istilah senior atau junior, cuman jenjangnya memang ada, tetapi dalam praktek daily activity nya semua dipukul rata. Eny ambil camp di Marvellous. Dan Eny menyesal banget telah ambil disana, dulu searchingnya gak teliti sih. Di camp itu semuanya mesti nambah, udah bayar buat camp ternyata kudu bayar air, kudu bayar buat laptop. Padahal laptop kan wattnya kecil. Bayarnya 15.000 waktu itu. Nyebelin banget deh. Bukan karena nominalnya, melainkan sebel karena semuanya mesti di tarik2 lagi setelah kita tinggal disitu. Tempatnya juga gak kondusif, gak ada space kita untuk belajar karena 3 ruangan yang ada dipake buat kamar semua. Apalagi kamarku, 6 orang disana, jadi sumpekkkkk banget. Kalau ingat disana bener-bener bikin ati sumpek deh.
Kalau mau ambil program di Marvel, sebaiknya ambil campnya jangan disitu. Untuk menggatasinya, surveinya yang teliti kalau udah di Pare. Camp yang umum aja lebih baik, kayak di Able dan Final. Cuma menyediakan camp sama program camp, dan anggotanya bisa bebas cari kursusan. Nah ini bermanfaat banget lho, jadi teman-teman bisa sharing ilmu dan berdiskusi. Ok Ok??? Menambah wawasan gak ada salahnya lho.
Wish You Luck, dan selamat belajar disana
Sabtu, 20 Desember 2008
SEBUAH PERSEMEDIAN YANG SEMPURNA
UNIVERSIAS INDONESIA
bukan apa-apa, adalah perjuangan kami yang membuat result ini begitu istimewa, adalah persahabatan kami yang akan selalu membuat kami memiliki nyawa kehidupan, dan semangat-semangat masa indah kami hingga kami merasa bahwa kami adalah satu jiwa. Aku tahu, waktu yang memisahkan kami pasti akan merubah semuanya, tetapi hanya kenangan-kenangan itu sebuah prasasti bahwa perjuangan itu sungguh menyenangkan, sebuah persahabatan sungguh teramat berharga untuk ditukar dengan dunia.
dan ketika aku berdiri disini, menatap tempat yang kami cita-citakan bersama, perasaan haru biru begitu menyesakkan...........
dan hanya satu kalimat indah terucap..."dan nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?"
Kamis, 17 Juli 2008
hari yang menantang
Alhamdulillah akhirnya hari ini aku bisa mengisi kembali blog yang telah lama ku tinggalkan. Apa kabar aku sekarang? Sekalipun yang mengunjungi bllog ini adalah aku saja seorang, tetapi cukup membuatku merasa bahagia karena akhirnya aku punya sesuatu yang aku pakai untuk melatih kecepatanku mengetik. Kenapa? Hampir 2 tahun kebiasaaan mengetik yag aku punya menghilang drastis dan menyebabkan aku begitu merasa gaptek. Sebenarnya banyak sekali hal yag aku ingin tulis disini. Kenapa malah merasa speechles gini ya?
Oya, aku mempunyai tugas untuk menulis surat kepada teman-temanku yang di Liqo'at untuk perpisahan kami, tetapi sayangnya aku tidak punya cukup waktu untuk menulis, atau itu hanya alasanku yang malas untuk bekerja?
Udah dulu ya, aku mau pulang dulu, mau belajar buat ujian stan besok.
Wasalamu'alaikum Wr. Wb.
Selasa, 20 Mei 2008
Pulang ke Kampung Halaman
Tetapi memang bukan rezekiku mungkin, sejak dari Kediri aku sudah ngantuk puuoool, dan ngantukku benar-banar gak bisa di tahan lagi. Dan jadilah aku tekalak tekluk di atas motornya Vivin. Sampe kita diolok-olok sama tukang yang ada di atas truk, "mbak, temene ngantuk jatuh lho ntar","Mbak, temene ngantuk lho, titipin sini aja deh mbak". Dan bermacam-macam selentingan gara-gara aku ngantuk di jalan raya pas boncengan motor. Tapi, whatever lah namanya juga ngantuk, aku tetep aja nutup mataku dan "siut", aku terlonjak kaget terbangun, sediit agak lumayan tersadarkan dari rasa kantuk. Tapi ya untuk sementara waktu aja, habis itu kembali lagi ke acara normalku buat bersiat siut di tengah jalan raya. Jalan bis gitu lho, yang rame banget dan yang lewat kebanyakan adalah kendaraan-kendaraan monster alias kendaraan super guede yang kalo nindes orang sudah bisa dipastikan dia akan lumat berkeping-keping. Lalu dilanjutkan dengan Vivin yang mencubit-cubit kakiku di suruh bangun dan tersadar. Hahahaha... aku membayangkan mennjadi Vivin saat itu, pasti dia harap-harap cemas memikirkan kselamatanku. Sebenarnya aku juga membayangkan yang macam-macam, kalo jatuh gimana, kalau tertindas bis gimana, tapi mau lakukan apapun sang rasa kantuk tetep aja menyerangku bertubi-tubi. Ya akhirnya aku nyerah deh dan membiarkan diriku terlena dalam buaian kantuk dan sepoi angin di jalanan kendaraan raksasa. Maaf banget ya Vin udah merepotkan kamu banyak banget. Hehehehe...
Sudah habiskah petualangan konyolku hari itu? Belum ternyata. Masih puanjang dan buanyak banget. Setelah nyampe di Ngantru dan kebetulan ada bis yang lagi mejeng menunggu penumpang yang terhormat, aku langsung di turunkan sama Vivin, dia bilang "Meduko ae tong, aku wedi nggonceng awakmu, iku enek bis ndang numpako". Dengan wajah yang sayu dan setengah ngantuk aku mengangguk dan bilang terimakasih keVivin. Aku yakin dia merasa terbebas dari himpitan tekanan monster pencabut nyawa yang kejam banget(heheeh, hiperbolis banget ya). Tapi wajar lho kalau dia merasa plong, namanya juga mengemban amanah nyawa anaknya orang lain. Siapa yang gak takut coba?
Setelah itu aku naik bis, lalu duduk di deketnya jendela di sisi kanan barisan bis. Lalu, apa yang kulakukan setelah duduk? Sudah pasti bisa ditebak kan????
"SLEEPING"
"HIBERNASI BERSAMBUNG"
"MOLOR"
Dan beragam istilah yang menggambarkan kebiasaan tidur di luar batas kewajaran silahkan kalian berikan padaku iti tidak masalah, karena aku akan menerimanya dengan lapang dada. Namanya juga bawaan dari lahir mau gimana juga selain menerimanya dengan lapang dada dan berusaha merubahnya sedikit demi sedikit? Tahukah kaliankarena keasyikan tertidur aku kebablasen untuk kesekian kalinya dari Srengat. Seharusnya aku kan turun disitu, tetapi karena aku ketiduran klewat deh tempatnya. HAAAAA........Sebel-sebel gimana gitu sama diriku sendiri, lha habisnya berbagai macam kecerobohan sudah aku lakukan dalam mingggu-minggu terakhir ini. Bukankah itu sebuah hiper ceroboh? Jadi deh aku turun di Blitar kota. Deketnya rel-rel kereta api.
Saat itu mataku baru ku buka buat menatap dunia.
"Eh, ini udah nyampe mana ya?"
"Kok ada rel kereta api ini dimana ya? Apa mungkin ini masih di Ngadiluwih? Ah, gak mungkin deh kayake, ini kalau gak salah udah nyampe....Blitar Kota..." Dan kemudian,
"Kiri Pak" aku langsung menyuruh pak sopir buat berhenti. Lalu turun, dan mataku yang gak pake kacamatapun rasane mblele-mblele gimana gitu, gak enak banget deh. Maklum, kacamataku masih di Panti Rehabilitasi karena untuk yang berkali-kalinya my glasses pecah(MY TOP RECOR). Hadheh, sampe puyeng aku merasakan diriku sendiri.
Habis itu aku naik kol biasa ke Srengat. Puffff, lega banget bisa dapat kendaraan umum buat pulang. Gak mungkin kan jalan sejauh itu? Aku bakalan pingsan begitu nympe rumah. Dalam hati aku mengkalkulasi buat biaya pulang hari ini, ternyata lebih mahal dari yang seharusnya. Mana aku gak bisa tidur dengan pulas, makane sampe kebablasen. Seandainya tetep keblablasen kan aku udah dapat waktu tidur yang lumayan banget kan? Gak bareng lagi deh sama kamu Vin(mau bareng gimana? Vivin lusa udah berangkat ke Surabaya buat intensif. Weeeeeekkk).
Masih banyak yang pengen aku lakukan dan tuliskan disini, tapi saat ini aku bener-bener lapar dan haus dan ngantuk, jadi lain kali aja ya nulis di sini? Nanti sore juga insya allah nulis lagi. Konsentrasiku udah terpecah belah. Aku juga masih pengen menyel;esaikan erpen buat lomba. Semoga Allah memberiku kekuatan untuk menyelesaikannya. Amiiin.



